Panggung pertunjukan seni di Makassar di tengah deforestasi dan bencana ekologis
Baca lebih lanjut →Panggung pertunjukan seni di Makassar di tengah deforestasi dan bencana ekologis
Baca lebih lanjut →Jalan berlubang bukan hanya memicu kecelakaan, tetapi juga menambah kecemasan warga. Pemerintah kota menanganinya sebatas persoalan teknis.
Eksekusi tongkonan ka’pun memperlihatkan bagaimana hukum formal mengabaikan kebudayaan sebagai ruang hidup.
Laporan tahunan Lembaga Bantuan Hukum Makassar mengungkapkan demokrasi Indonesia semakin tergerus; polisi jadi pelaku utama, sedangkan warga biasa membangun benteng
Di Tallo, Makassar, proyek strategis nasional menutup pintu yang dulu terbuka bagi para nelayan. Ratusan perempuan kehilangan daulat ekonomi. Mereka tersangkut utang dan hidup di bawah bayang-bayang pembangunan yang tak pernah meminta izin.
Baca lebih lanjut →Puluhan tahun masyarakat adat Kajang berjuang melawan PT. Lonsum, mempertahankan tanah mereka
PT Masmindo Dwi Area telah mencanangkan proses pembangunan konstruksi pabrik pengolahan dan
Rentetan kejadian pencaplokan tanah oleh cukong membuat warga perlahan sadar dan bersolidaritas
Warga memiliki bukti kepemilikan tanah berupa SHM, sementara klaim perusahaan hanya berdasarkan HGU yang telah berakhir 31 Desember 2023.
Berbagai hasil riset SETARA Institute menunjukkan masih minimnya upaya perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak kelompok marginal.
Kawasan karst Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan yang merupakan hamparan karst kedua terbesar di dunia. Menyimpan kisah menakjubkan dari segi geografis, sungainya yang amat indah, keanekaragaman hayati seperti flora dan faunanya, satwa endemiknya, sampai artefak prasejarah yang tersimpan di gua-gua karst itu.
Menurut LBH Makassar, tanah-tanah warga diambil paksa melalui tindakan intimidatif dengan kekerasan oleh aparat keamanan sejak tahun 1978
Kebijakan yang tidak inklusif ini tidak lahir begitu saja. Pangkal penyebabnya, menurut Ishak berasal dari prasangka bahwa penyandang disabilitas itu “tidak mampu”.
Tumpukan kayu dan warna air sungai yang sangat keruh bahkan, terlihat di sepanjang Sungai Pongkeru dan jembatan Dusun Labose, Malili.