Hukuman penjara bagi dosen pelaku kekerasan seksual itu lebih berat dari tuntutan jaksa, tapi proses hukum dan sikap kampus justru menyingkap lemahnya perlindungan terhadap korban.
Baca lebih lanjut →Hukuman penjara bagi dosen pelaku kekerasan seksual itu lebih berat dari tuntutan jaksa, tapi proses hukum dan sikap kampus justru menyingkap lemahnya perlindungan terhadap korban.
Baca lebih lanjut →Intimidasi perusahaan mengubah lahan panen warga di Konawe Selatan menjadi ruang ketakutan yang berkepanjangan.
Ketika pembangunan darat terus menekan laut, jurnalisme diposisikan sebagai alat peringatan dini bagi wilayah kepulauan.
Data kriminal menunjukkan tingginya rasio kekerasan di Makassar, sementara rasa aman warga kian rapuh di
Hukuman penjara bagi dosen pelaku kekerasan seksual itu lebih berat dari tuntutan jaksa, tapi proses hukum dan sikap kampus justru menyingkap lemahnya perlindungan terhadap korban.
Baca lebih lanjut →Sebuah laporan menyebutkan di seluruh dunia terdapat dua ratusan juta kasus malaria,
Aktivitas tambang telah mengubah laut dan sungai di Malili. Rencana smelter membayangi
Di Tallo, Makassar, proyek strategis nasional menutup pintu yang dulu terbuka bagi
Jalan berlubang bukan hanya memicu kecelakaan, tetapi juga menambah kecemasan warga. Pemerintah kota menanganinya sebatas persoalan teknis.
Eksekusi tongkonan ka’pun memperlihatkan bagaimana hukum formal mengabaikan kebudayaan sebagai ruang hidup.
Laporan tahunan Lembaga Bantuan Hukum Makassar mengungkapkan demokrasi Indonesia semakin tergerus; polisi jadi pelaku utama, sedangkan warga biasa membangun benteng terakhir.
Di antara kota, rumah, dan ingatan, makna ibu tak pernah benar-benar sama.
Surutnya minat mahasiswa terhadap organisasi kemahasiswaan kerap dibaca secara tergesa sebagai tanda Ormawa kehilangan relevansi. Padahal, persoalannya jauh lebih struktural: kampus semakin tunduk pada logika pasar, mengglorifikasi magang sebagai solusi tunggal, dan melucuti fungsi Ormawa sebagai ruang otonom mahasiswa.
Perayaan yang seharusnya merayakan perjuangan politik perempuan justru menjadi alibi untuk menormalisasi eksploitasi sistemik