Laporan tahunan Lembaga Bantuan Hukum Makassar mengungkapkan demokrasi Indonesia semakin tergerus; polisi jadi pelaku utama, sedangkan warga biasa membangun benteng terakhir.
Perayaan yang seharusnya merayakan perjuangan politik perempuan justru menjadi alibi untuk menormalisasi eksploitasi sistemik
Saat negara membatasi liputan bencana dan membungkam kerja jurnalistik.
Di Tallo, Makassar, proyek strategis nasional menutup pintu yang dulu terbuka bagi para nelayan. Ratusan perempuan kehilangan daulat ekonomi. Mereka tersangkut utang dan hidup di bawah bayang-bayang pembangunan yang tak pernah meminta izin.
Jika ratusan pohon dapat ditebang demi sebuah izin, dan ratusan warga dapat mati karenanya, mengapa tak satu pun pejabat bersedia mundur demi keselamatan publik?
Tangan kasar yang merobohkkan bunga protes hingga memukul jurnalis, dan tangan-tangan halus yang menghapus berita dari internet. Dua wajah kekuasaan yang bertemu di sekitar Menteri Amran.
Ketika kritik dianggap pelanggaran, dan etika dijadikan tameng untuk membungkam jurnalisme. Inilah wajah baru kekuasaan yang membungkam tanpa membredel.
Di tengah janji kemakmuran hilirisasi nikel, simbol itu berubah menjadi luka. Lembur buruh yang tak dibayarkan dan hak cuti dihapuskan.