Laporan tahunan Lembaga Bantuan Hukum Makassar mengungkapkan demokrasi Indonesia semakin tergerus; polisi jadi pelaku utama, sedangkan warga biasa membangun benteng terakhir.
Artikel ini menelisik bagaimana budaya keras itu diwariskan, siapa yang diuntungkan, dan mengapa pembenahan selalu berhenti di tengah jalan.
Mengapa tawuran Sapiria–Borta terus berulang dan makin brutal? Bagaimana rangkaian insiden kecil berubah menjadi spiral kekerasan yang membakar rumah dan melibatkan senjata?
"Ini merupakan gejala gagalnya kampus menjadi institusi pendidikan. Kampus seharusnya mengedepankan dialog terbuka, bukan justru menampilkan kekerasan"